LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

Rahasia Membaca Al-Qur’an Jadi Lebih Merdu: Yuk, Kupas Tuntas Mad Aridl Lissukun!


Pernahkah Anda mendengarkan seorang Imam masjid atau Qari internasional melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan akhiran ayat yang terdengar panjang, mantap, dan sangat menyentuh hati? Besar kemungkinan, keindahan itu lahir dari penerapan hukum tajwid yang satu ini:
 Mad Aridl Lissukun.

Bukan sekadar aturan teknis, memahami Mad Aridl Lissukun adalah kunci utama agar bacaan Al-Qur’an kita tidak terdengar kaku dan lebih berirama. Mari kita bedah rahasianya secara mendalam namun tetap santai!
1. Apa Itu Mad Aridl Lissukun?
Secara harfiah, nama hukum ini terdiri dari tiga kata penuh makna:
  • Mad: Artinya panjang.
  • Aridl: Artinya "tiba-tiba" atau "baru muncul".
  • Lissukun: Karena ada sukun (tanda mati).
Secara Sederhana: Mad Aridl Lissukun terjadi ketika ada bacaan Mad Thabi'i (huruf alif, wau, atau ya yang dibaca panjang) bertemu dengan satu huruf hidup di akhir kata, lalu kata tersebut kita baca Waqaf (berhenti).
Huruf yang tadinya hidup "terpaksa" dimatikan (sukun) karena kita berhenti di sana. Inilah yang memicu lahirnya hukum Mad Aridl Lissukun.
2. Rumus Gampang Mengenalinya
Anda bisa mendeteksi hukum ini dengan rumus:
Mad Thabi'i + Huruf Hidup + Berhenti (Waqaf)
Jika Anda terus membaca (washal) tanpa berhenti, maka hukum ini Gugur dan kembali menjadi Mad Thabi'i biasa (2 harakat).
3. Pilihan Panjang Bacaan: Pilih yang Mana?
Salah satu keunikan Mad Aridl Lissukun adalah fleksibilitasnya. Dalam ilmu tajwid, Anda diberikan tiga opsi panjang:
  1. Pendek (Qashr): 2 Harakat (seperti Mad Thabi'i biasa).
  2. Sedang (Tawassuth): 4 Harakat (Ini yang paling sering digunakan Imam shalat).
  3. Panjang (Thul): 6 Harakat (Sering digunakan para Qari untuk menambah estetika dan kekhusyukan bacaan).
Tips Pro: Dalam satu kali membaca (misal satu surat), usahakan konsisten. Jika di ayat pertama Anda menggunakan 4 harakat, maka di ayat-ayat selanjutnya sebaiknya juga 4 harakat agar irama bacaan seragam.
4. Contoh Nyata dalam Al-Qur'an
Mari kita lihat contoh populer di Surah Al-Fatihah:
  • Ayat 2: Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamiin (الْعَالَمِينَ)
    • Huruf aslinya adalah Na (fathah), tapi karena berhenti, dibaca sukun menjadi N. Sebelum huruf N ada Ya mati (Mad Thabi'i). Inilah Mad Aridl Lissukun.
  • Ayat 5: Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin (نَسْتَعِينُ)
    • Aslinya Nasta'iinu, dibaca Nasta'iin.
5. Mengapa Ini Penting?
Selain agar bacaan benar secara hukum agama, Mad Aridl Lissukun memberikan waktu bagi pendengar (dan pembaca) untuk meresapi makna ayat sebelum berpindah ke ayat berikutnya. Ia memberikan "ruang napas" estetika yang membuat Al-Qur'an terdengar sangat puitis dan agung.
Ingin Belajar Lebih Lanjut?
Tajwid adalah ilmu praktik. Anda bisa menyempurnakan pelafalan Mad Aridl Lissukun dengan:
  • Mendengarkan murottal di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
  • Melihat panduan per ayat di aplikasi Quran Kemenag.
  • Berguru langsung kepada Ustaz atau Guru Ngaji (Talaqqi) untuk memastikan panjang pendeknya sudah tepat.
Kesimpulan:
Mad Aridl Lissukun adalah "seni berhenti" dalam Al-Qur'an. Dengan menguasainya, bacaan Anda tidak hanya benar secara hukum, tapi juga indah di telinga dan tenang di jiwa. Selamat mempraktikkan!
Citations
  • CC BY-ND 2.0 Attribution-NoDerivs 2.0 Generic License. Source: https://www.flickr.com/photos/tambako/10680524213
Posting Komentar

Posting Komentar