LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

Mengapa Etika Lingkungan dan Integritas Diri Jadi Kunci Sukses Indonesia 2026? Bedah Surat Asy-Syams!

Surat Asy-Syams (Matahari) adalah surat yang sangat puitis namun mengandung peringatan hukum yang sangat keras. Dibuka dengan tujuh sumpah demi fenomena alam, surat ini menekankan bahwa keberuntungan manusia bergantung pada Penyucian Jiwa dan kehancurannya disebabkan oleh Kezaliman yang Melampaui Batas. 

Di Indonesia tahun 2026, nilai-nilai Asy-Syams menjadi pilar bagi etika kepemimpinan, kelestarian alam, dan penegakan hukum yang berkeadilan.
1. Penjelasan Umum: Hukum Keseimbangan dan Penyucian Jiwa
Secara filosofis, surat ini mengajarkan tentang dualitas dalam diri manusia dan alam semesta.
    • Hukum Keteraturan Alam (Ayat 1-6): Allah bersumpah demi matahari, bulan, siang, malam, langit, dan bumi. Tuntunannya adalah Tadabbur Alam; manusia harus menjaga harmoni dengan alam karena setiap unsur alam bekerja sesuai hukum (fitrah) yang telah ditetapkan.
    • Hukum Pilihan Moral (Ayat 7-8): Allah menyempurnakan jiwa manusia dan mengilhamkan dua jalan: jalan kefasikan (kejahatan) dan jalan ketakwaan. Tuntunannya adalah Kebebasan Berkehendak (Free Will); setiap manusia memiliki potensi untuk berbuat baik atau buruk.
    • Hukum Keberuntungan dan Kerugian (Ayat 9-10): "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.". Tuntunannya adalah Self-Correction; kesuksesan sejati diukur dari kebersihan hati dan integritas, bukan jabatan atau harta.
    • Hukum Akibat Kezaliman (Ayat 11-15): Mengisahkan kaum Tsamud yang menyembelih unta betina mukjizat Nabi Saleh karena melampaui batas. Tuntunannya adalah Hukum Kausalitas Kejahatan; penindasan terhadap makhluk Allah akan mendatangkan kehancuran massal.
2. Penjelasan Khusus: Kaitan dengan UU di Indonesia (Edisi 2026)
Nilai-nilai pengendalian diri dan perlindungan terhadap "hak makhluk lain" dalam Asy-Syams tercermin dalam regulasi hukum di Indonesia:
A. Integritas Pejabat & UU ASN (UU No. 20 Tahun 2023)
Ayat 9 tentang "menyucikan jiwa" adalah inti dari manajemen sumber daya manusia yang berintegritas.
    • Kaitan Hukum: Dalam UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN, setiap aparatur sipil negara wajib menerapkan nilai BerAKHLAK. ASN yang memilih "jalan ketakwaan" dengan menolak gratifikasi adalah bentuk nyata dari penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dalam sistem birokrasi Indonesia demi menghindari kerugian negara.
B. Perlindungan Lingkungan & UU SDA (UU No. 5 Tahun 1990)
Kisah kaum Tsamud yang merusak "unta Allah" dan menghalangi haknya untuk minum adalah bentuk kejahatan ekologis.
    • Kaitan Hukum: Di Indonesia, perlindungan terhadap flora dan fauna langka diatur dalam UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Tindakan merusak ekosistem atau menyiksa hewan yang dilindungi adalah pelanggaran hukum yang dapat dipidana, selaras dengan larangan Allah kepada kaum Tsamud untuk tidak mengganggu unta betina tersebut.
C. Tanggung Jawab Mutlak (Strict Liability) dalam UU Lingkungan Hidup
Ayat 14 menceritakan bahwa karena kesalahan satu orang yang paling celaka, namun Allah menimpakan azab kepada seluruh kaum yang mendukungnya.
    • Kaitan Hukum: Hal ini selaras dengan konsep Pertanggungjawaban Mutlak (Strict Liability) dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Korporasi yang merusak lingkungan wajib bertanggung jawab penuh atas kerugian yang ditimbulkan tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan yang rumit, sebagai bentuk pencegahan "kerusakan massal" seperti yang dialami kaum Tsamud.
D. Hak Atas Informasi dan Edukasi Moral
Ayat 11-13 menunjukkan bahwa Nabi Saleh telah memberi peringatan sebelum azab datang.
    • Kaitan Hukum: Dalam hukum Indonesia, setiap peraturan harus diundangkan dalam Lembaran Negara agar rakyat tahu (Asas Fiksi Hukum). Negara berkewajiban memberikan edukasi hukum agar masyarakat tidak "melampaui batas" karena ketidaktahuan, mencerminkan sifat Allah yang tidak menghukum sebelum memberi peringatan.
Kesimpulan & Referensi Utama
Surat Asy-Syams mengingatkan bahwa Hukum Alam dan Hukum Moral adalah Satu Kesatuan. Di Indonesia, menjaga kebersihan jiwa dari korupsi dan menjaga kelestarian alam dari keserakahan adalah jalan menuju "Keberuntungan" nasional di tahun 2026.
Citations
  • CC BY-NC 4.0 Attribution-NonCommercial 4.0 International License. Source: https://alllabstoday.com/
  • Tafsir Al-Qur'an Kemenag RI - Surat Asy-Syams.
  • Database Peraturan BPK - UU Nomor 32 Tahun 2009 (Lingkungan Hidup).
  • JDIH Kementerian LHK - Konservasi Sumber Daya Alam.
  • Tafsir Al-Azhar - Pelajaran dari Kaum Tsamud.
Posting Komentar

Posting Komentar