LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

Cuma Ada di 4 Tempat! Inilah Mad Farq, Si "Pembeda" yang Jika Salah Baca Bisa Mengubah Pertanyaan Jadi Pernyataan!

Pernahkah Anda sedang membaca Al-Qur'an lalu menemukan kata yang diawali dengan suara "Aaallaaa..." yang ditarik sangat panjang? Jika Anda tidak waspada, Anda mungkin menganggapnya sebagai Mad biasa. Padahal, itu adalah Mad Farq—sebuah hukum tajwid "spesialis" yang memiliki tugas sangat vital: Menyelamatkan makna ayat agar tidak tertukar antara bertanya dan memberi tahu!

Di tahun 2026 ini, saat teknologi belajar Al-Qur'an semakin canggih, memahami detail kecil seperti Mad Farq akan membuat kualitas tilawah Anda setingkat lebih tinggi. Yuk, kita bedah tuntas!
1. Membedah Makna: Mengapa Namanya "Pembeda"?
Secara bahasa, Farq (فَرْق) berarti pembeda. Mengapa dinamakan demikian? Karena fungsinya memang sangat teknis:
    • Membedakan Kalimat Tanya (Istifham): Seperti bertanya "Apakah benar...?"
    • Membedakan Kalimat Pernyataan (Khabar): Seperti berkata "Ini adalah benar."
Tanpa adanya Mad Farq, kita tidak akan tahu apakah sebuah ayat sedang bertanya atau sedang menyatakan sesuatu, karena struktur katanya hampir sama.
2. Pengertian Istilah: Bagaimana Ia Terbentuk?
Mad Farq terjadi karena pertemuan dua komponen utama dalam satu kata:
    1. Hamzah Istifham: Hamzah yang fungsinya sebagai kata tanya ("Apakah").
    2. Alif Lam Ma’rifah: Al yang menunjukkan sebuah benda/nama yang spesifik.
Dalam kaidah tajwid, ketika hamzah tanya bertemu dengan Al, maka suaranya harus dipanjangkan agar jelas bahwa kita sedang bertanya. Jika dibaca pendek, maknanya akan langsung bergeser menjadi pernyataan biasa.
3. Aturan Main: Cara Membaca yang Benar
Berdasarkan standar tajwid Riwayat Hafs 'an Ashim yang digunakan di Indonesia, cara membaca Mad Farq adalah:
    • Wajib 6 Harakat (Panjang Maksimal): Anda harus memanjangkan suaranya sepanjang 3 alif atau 6 ketukan.
    • Ditekan (Nabr): Karena Mad Farq biasanya diikuti oleh huruf yang bertasydid, suara Anda harus ditekan saat masuk ke huruf tersebut. Ini memberikan efek mantap dan tegas pada pertanyaan yang diajukan.
4. Lokasi "Harta Karun" Mad Farq di Al-Qur'an
Hukum ini sangat langka! Anda hanya akan menemukannya di 4 lokasi (3 jenis kata) di seluruh Al-Qur'an. Berikut daftar lengkapnya untuk Anda tandai di mushaf:
    1. Surah Al-An'am (Ayat 143): Pada kata آلذَّكَرَيْنِ (Aaadz-dzakaraini).
        • Artinya: "Apakah dua laki-laki (yang diharamkan)...?"
    2. Surah Al-An'am (Ayat 144): Sama, pada kata آلذَّكَرَيْنِ.
    3. Surah Yunus (Ayat 59): Pada kata آللَّهُ (Aaallahu).
        • Artinya: "Katakanlah, apakah Allah telah memberikan izin kepadamu?"
    4. Surah An-Naml (Ayat 59): Pada kata آللَّهُ (Aaallahu).
        • Artinya: "Apakah Allah yang lebih baik...?"
5. Bahaya Salah Baca: Fatal bagi Makna!
Mengapa kita harus sangat teliti dengan Mad Farq? Perhatikan perbandingannya:
    • Jika Dibaca Panjang (6 Harakat): Artinya menjadi pertanyaan. "Apakah Allah mengizinkan?" (Ini makna yang benar).
    • Jika Dibaca Pendek (2 Harakat): Artinya menjadi pernyataan. "Allah telah mengizinkan." (Ini salah makna dan bisa mengubah maksud firman Allah).
Tips Pro Belajar di Tahun 2026
Agar lidah Anda terbiasa dengan durasi 6 harakat dan tekanan tasydidnya, manfaatkan teknologi berikut:
    • Audio Visual: Buka Quran Kemenag Online dan cari Surah Yunus ayat 59. Dengarkan bagaimana Qari menekan suara pada kata Aaallahu.
    • Cek Simbol Mushaf: Pada Mushaf Standar Indonesia yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Mad Farq ditandai dengan tanda bendera/layar panjang yang diikuti oleh huruf bertasydid.
Citations
  • CC0 1.0 Public Domain License. Source: https://pxhere.com/id/photo/610714
Posting Komentar

Posting Komentar