LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

Bencana Alam & Krisis Ekonomi Bukan Kebetulan? Bongkar Rahasia Surat Ar-Rum yang Kini Jadi Alarm Keras Hukum Indonesia 2026!

Pernahkah Anda merasa bahwa cuaca ekstrem belakangan ini semakin tidak masuk akal? Atau bertanya-tanya mengapa sistem ekonomi kita sering kali terasa mencekik rakyat kecil? Ternyata, Surat Ar-Rum (surat ke-30 dalam Al-Qur'an) telah memberikan "ramalan" dan solusi atas masalah global ini: mulai dari kerusakan ekologi hingga ketahanan keluarga.

Memasuki tahun 2026, saat Indonesia tengah berjuang melawan krisis iklim dan memperkuat kedaulatan ekonomi syariah, nilai-nilai dalam Surat Ar-Rum bukan lagi sekadar ayat suci. Ia telah menjelma menjadi ruh dalam berbagai Undang-Undang kita. Mari kita bedah bagaimana "Pesan dari Romawi" ini bekerja di bumi Nusantara!
1. Krisis Iklim: "Tangan Jahil" Manusia dan Tindakan Hukum
Dalam Ayat 41, Allah menegaskan: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia." Ini adalah hukum Sebab-Akibat Ekologis yang paling jujur.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Pesan ini menjadi basis moral bagi penegakan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di tahun 2026, Indonesia tidak lagi menoleransi perusak lingkungan. Perusahaan yang mencemari laut atau membakar hutan kini menghadapi sanksi pidana dan denda triliunan rupiah. Melalui mekanisme Pajak Karbon, negara memaksa industri untuk berhenti menjadi "tangan jahil" yang merusak alam demi keuntungan sesaat.
2. Ekonomi Berkah: Mengapa Riba Ditinggalkan dan Zakat Diperkuat?
Allah memperingatkan dalam Ayat 39 bahwa harta yang dikembangkan melalui Riba tidak akan menambah keberkahan di sisi Allah. Sebaliknya, Zakat adalah kunci pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Indonesia tahun 2026 semakin serius mengintegrasikan ekonomi syariah melalui UU No. 4 Tahun 2023 (UU P2SK). Tujuannya adalah menciptakan sistem keuangan yang lebih stabil dan adil. Selain itu, pengelolaan zakat melalui BAZNAS sesuai UU No. 23 Tahun 2011 memastikan distribusi kekayaan berjalan merata, bukan hanya menumpuk di tangan segelintir spekulan, guna menghindari krisis ekonomi yang berkepanjangan.
3. Ketahanan Keluarga: Pondasi Negara Adalah "Sakinah"
Surat Ar-Rum Ayat 21 adalah ayat yang paling sering kita dengar dalam pernikahan. Tujuannya agar pasangan mendapatkan ketenangan (Sakinah) serta rasa kasih dan sayang.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Nilai filosofis ini diserap ke dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (jo. UU No. 16/2019). Di tahun 2026, negara menyadari bahwa keluarga yang retak akan menciptakan beban sosial bagi negara. Oleh karena itu, program penguatan ketahanan keluarga menjadi prioritas untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan menjamin hak anak, karena negara yang kuat bermula dari rumah tangga yang penuh kasih sayang.
4. Geopolitik & Kedaulatan: Belajar dari Jatuh-Bangunnya Romawi
Awal surat ini menceritakan kekalahan Romawi yang kemudian diprediksi akan menang kembali. Ini mengajarkan tentang Intelijen Strategis dan kedaulatan sebuah bangsa di tengah konflik dunia.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Indonesia memegang teguh prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif yang diatur dalam UU No. 37 Tahun 1999. Di tahun 2026, di tengah ketegangan geopolitik global, Indonesia belajar dari Surat Ar-Rum untuk tetap berdaulat dan tidak memihak blok mana pun secara buta, melainkan fokus pada perdamaian dunia dan kepentingan nasional.
5. Kekuatan dalam Perbedaan: Diversity is Our Strength
Dalam Ayat 22, Allah menyatakan bahwa perbedaan bahasa dan warna kulit adalah tanda kebesaran-Nya. Ini adalah hukum Inklusivitas.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Prinsip ini adalah inti dari Bhinneka Tunggal Ika yang dilindungi oleh UUD 1945 Pasal 28I. Tahun 2026, Indonesia terus memperkuat perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat dan kelompok minoritas dari segala bentuk diskriminasi. Perbedaan bukan kelemahan, melainkan aset nasional yang dilindungi undang-undang.
Kesimpulan: Menata Ulang Peradaban
Surat Ar-Rum mengajarkan kita bahwa setiap kerusakan yang kita lihat saat ini—baik di alam maupun ekonomi—adalah hasil dari pilihan kita sendiri. Dengan mematuhi hukum yang jujur, menjaga kelestarian alam, dan memperkuat kasih sayang dalam keluarga, kita sebenarnya sedang membangun peradaban yang diredai Tuhan.
Citations
  • CC0 1.0 Public Domain License. Source: https://www.pexels.com/id-id/foto/jaring-laba-laba-basah-di-tiang-kayu-coklat-3801886/.
  • Jaringan Dokumentasi Hukum Nasional: jdihn.go.id
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: menlhk.go.id
  • Otoritas Jasa Keuangan (Keuangan Syariah): ojk.go.id
  • Tafsir Al-Qur'an Digital Kemenag RI: quran.kemenag.go.id
Posting Komentar

Posting Komentar