LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

Ternyata Selama Ini Banyak yang Keliru! Inilah "Idhar Wajib", Hukum Tajwid Unik yang Hanya Ada 4 Kata di Al-Qur'an!


Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa saat membaca kata
 "Ad-Dunya", kita tidak membacanya dengan mendengung seperti hukum Idgham Bighunnah? Padahal di sana ada Nun Mati (نْ) bertemu dengan huruf Ya (ي).

Inilah yang disebut dengan Idhar Wajib atau Idhar Mutlak. Sebuah hukum "pengecualian" yang sangat penting namun sering kali terlewatkan oleh para pembelajar Al-Qur'an. Yuk, kita kupas tuntas rahasianya!
Apa Itu Idhar Wajib?
Secara bahasa, Idhar berarti jelas atau terang, dan Wajib berarti harus. Dalam ilmu tajwid, hukum ini adalah kondisi di mana kita WAJIB membaca huruf Nun Sukun secara jelas tanpa dengung, meskipun ia bertemu dengan huruf-huruf yang seharusnya dibaca mendengung.
Syarat Terjadinya:
Idhar Wajib terjadi apabila Nun Sukun (نْ) bertemu dengan salah satu huruf Idgham, yaitu Wawu (و) atau Ya (ي), namun pertemuan tersebut berada dalam satu kata (kalimat) yang sama.
Mengapa Harus Dibaca Jelas (Idhar)?
Ini adalah bagian yang menarik! Alasan utama mengapa hukum ini ada adalah untuk menjaga makna dan kemurnian bahasa Arab.
Jika kita membacanya dengan Idgham (mendengung/melebur), misalnya kata "Dunya" dibaca menjadi "Du-yya", maka arti asli dari kata tersebut bisa hilang atau berubah. Oleh karena itu, orang Arab (dan qiraah Al-Qur'an) tetap memperjelas suara Nun-nya agar kata tersebut tetap dikenal sesuai aslinya.
"The Fantastic Four": Hanya Ada 4 Kata di Seluruh Al-Qur'an!
Anda tidak perlu bingung mencari ribuan contoh. Keunikan hukum Idhar Wajib adalah ia hanya muncul pada 4 kata spesifik di dalam seluruh Al-Qur'an. Jika Anda menghafal empat kata ini, Anda sudah menguasai hukum Idhar Wajib selamanya!
1. Ad-Dunya (الدُّنْيَا)
    • Kejadian: Nun Sukun bertemu Ya dalam satu kata.
    • Cara Baca: Harus jelas "Ad-Dunya", bukan "Ad-Duyya".
    • Contoh Ayat: QS. Al-Baqarah: 85 – "Fil hayātiddunyā..."
2. Bunyanun (بُنْيَانٌ)
    • Kejadian: Nun Sukun bertemu Ya dalam satu kata.
    • Cara Baca: Harus jelas "Bun-yanun", bukan "Buy-yanun".
    • Contoh Ayat: QS. As-Saff: 4 – "Ka-annahum bunyānum marshūsh."
3. Qinwanun (قِنْوَانٌ)
    • Kejadian: Nun Sukun bertemu Wawu dalam satu kata.
    • Cara Baca: Harus jelas "Qin-wanun", bukan "Qiw-wanun".
    • Contoh Ayat: QS. Al-An'am: 99 – "Wa minan-nakhli min thal'ihā qinwānun dāniyah."
4. Sinwanun (صِنْوَانٌ)
    • Kejadian: Nun Sukun bertemu Wawu dalam satu kata.
    • Cara Baca: Harus jelas "Sin-wanun", bukan "Siw-wanun".
    • Contoh Ayat: QS. Ar-Ra'd: 4 – "Wa zar'un wa nakhīlun shinwānun wa ghairu shinwān."
Perbedaan Idhar Wajib vs Idgham Bighunnah
Agar Anda semakin paham, perhatikan perbandingannya:
    • Idgham Bighunnah: Nun Mati bertemu Ya/Wawu di dua kata yang berbeda.
      • Contoh: مَنْ يَقُولُ (May-yaqūlu) — Ini dibaca mendengung.
    • Idhar Wajib: Nun Mati bertemu Ya/Wawu di satu kata yang sama.
      • Contoh: الدُّنْيَا (Ad-Dun-yā) — Ini dibaca jelas.
Kesimpulan
Mempelajari Idhar Wajib mengajarkan kita bahwa dalam Al-Qur'an, ketepatan bunyi sangat menentukan keaslian makna. Dengan memahami "The Fantastic Four" (Dunya, Bunyan, Qinwan, Sinwan), bacaan Al-Qur'an Anda akan menjadi lebih fasih dan tartil.
Citations
  • CC BY-NC-SA 2.0 license Source : https://www.flickr.com/photos/deathhell/14401552357
0

Posting Komentar