
Pernahkah Anda memperhatikan dalam Al-Qur'an ada dua huruf yang sama persis berdampingan, lalu huruf pertamanya tidak memiliki harakat sama sekali? Itulah momen di mana hukum Idgham Mutamatsilain bekerja!
Bagi banyak orang, hukum ini sering terlewat karena dianggap remeh. Padahal, jika Anda tidak memahaminya, bacaan Anda bisa terdengar kaku dan tidak mengalir (smooth). Yuk, kita kupas tuntas cara menaklukkan si "kembar" ini!
1. Apa Itu Idgham Mutamatsilain? (Filosofi si Kembar)
Mari kita bedah secara bahasa agar Anda paham "jiwa" dari hukum ini:
- Idgham (إدغام): Artinya "Memasukkan" atau meleburkan.
- Mutamatsilain (متماثلين): Artinya "Dua hal yang serupa/identik".
Penjelasan Sederhananya: Hukum ini terjadi jika ada dua huruf hijaiyah yang sama persis (sama makhraj dan sama sifatnya) bertemu. Syaratnya: huruf pertama harus Mati (Sukun) dan huruf kedua harus Hidup (berharakat).
Bayangkan seperti dua tetes air yang bertemu; mereka tidak lagi berdiri sendiri-sendiri, melainkan melebur menjadi satu tetes yang lebih besar.
2. Kapan Harus Mendengung? (Ini Bagian Detailnya!)
Ini adalah bagian yang paling sering membuat pembaca terkecoh. Meskipun judulnya sama-sama Idgham Mutamatsilain, cara membacanya bisa berbeda tergantung hurufnya:
A. Kelompok Tanpa Dengung (Hampir Semua Huruf)
Jika huruf yang kembar tersebut selain Mim dan Nun, maka Anda cukup meleburkannya tanpa perlu menahan suara di hidung.
- Contoh: Huruf Dal (د) bertemu Dal (د).
- Tulisannya: قَدْ دَخَلُوا
- Bacanya: Qad-dakhalu (Langsung masuk ke Dal kedua yang bertasydid, jangan dibaca Qad...dakhalu).
B. Kelompok Wajib Dengung (Khusus Mim dan Nun)
Jika si kembar adalah huruf Mim (م) atau Nun (ن), maka peleburan wajib disertai Ghunnah (dengung) yang ditahan 2-3 harakat.
- Contoh Mim: لَهُمْ مَّا يَشَآءُوْنَ (Lahummm...maa yasyaa'uun).
- Contoh Nun: مِنْ نُّطْفَةٍ (Minnn...nuthfatin).
3. Contoh Nyata dalam Mushaf (Update 2026)
Di tahun 2026 ini, aplikasi mushaf digital semakin canggih. Anda bisa melihat tanda Tasydid (ّ) pada huruf kedua sebagai kode visual hukum ini. Berikut contoh-contoh populernya:
- Huruf Ba (ب): ٱضْرِبْ بِّعَصَاكَ (Idhrib-bi'ashoka) – Suara 'B' pertama hilang, langsung tekan ke 'B' kedua.
- Huruf Lam (ل): بَلْ لَا يَخَافُونَ (Bal-laa yakhaafuun) – Suara 'L' menjadi dobel dan tegas.
- Huruf Kaf (ك): يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ (Yudrik-kumul maut) – Huruf Kaf pertama melebur sempurna ke yang kedua.
4. Awas Terjebak! Pengecualian yang Wajib Diketahui
Tidak semua yang kembar itu Idgham! Ada pengecualian "haram" untuk melebur jika huruf pertamanya adalah Huruf Mad (huruf panjang). Kenapa? Karena jika dilebur, panjang bacaannya akan hilang.
- Contoh 1: فِى يَوْمٍ (Fii yaumin). Meskipun ada Ya sukun bertemu Ya hidup, dilarang melebur! Bacanya tetap Fii (panjang 2 harakat) lalu yaumin.
- Contoh 2: قَالُوا۟ وَهُمْ (Qaaluu wahum). Wau pertama adalah Mad, maka tetap dibaca panjang, tidak boleh dilebur menjadi Qaaluwwahum.
Kesimpulan: Cara Praktis Mengingat
Idgham Mutamatsilain adalah tentang "Keharmonisan". Saat dua huruf identik bertemu, jangan biarkan mereka terpisah secara kaku. Leburkan dengan lembut, dan berikan hak dengung hanya jika Anda bertemu si kembar Mim atau Nun.
Tips Latihan di Tahun 2026:
Gunakan fitur highlight tajwid di Quran.com atau aplikasi Tanzil untuk mencari tanda tasydid pada huruf yang sama. Dengarkan bagaimana para Syekh besar melakukan transisi suara yang halus saat bertemu Idgham Mutamatsilain ini.
Gunakan fitur highlight tajwid di Quran.com atau aplikasi Tanzil untuk mencari tanda tasydid pada huruf yang sama. Dengarkan bagaimana para Syekh besar melakukan transisi suara yang halus saat bertemu Idgham Mutamatsilain ini.
Tantangan Hari Ini: Cari 3 contoh Idgham Mutamatsilain di Surah Al-Baqarah dan coba bacalah dengan teknik peleburan yang sempurna! Selamat berlatih!
Citations
- CC BY 3.0 Attribution 3.0 Unported license Source : https://animalia.bio/rosy-faced-lovebird

.png)
.png)
Posting Komentar