LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

Sering Tertukar! Inilah Rahasia Membaca 'Ha Dhamir' Agar Bacaan Al-Qur'anmu Tidak Flat dan Makin Tartil

Pernahkah Anda memperhatikan ada tanda Dhommah Terbalik ( ٗ ) atau Kasrah Berdiri ( ٖ ) di bawah huruf Ha (kata ganti) saat membaca Al-Qur'an? Ternyata, itu bukan sekadar variasi tulisan! Itu adalah kode rahasia hukum Mad Shilah Qoshiroh.

Memahami hukum ini sangat penting karena jika salah membaca panjang-pendeknya, makna sebuah ayat bisa terasa kurang sempurna. Yuk, kita bedah tuntas mulai dari akar bahasa hingga cara praktis mengenalinya di mushaf!
1. Membedah Nama: Apa Itu Mad Shilah Qoshiroh?
Untuk memahaminya, kita harus melihat dari tiga sisi bahasa Arab:
    • Mad (مَدّ): Secara bahasa berarti tambah atau panjang. Dalam tajwid, ini adalah tanda kita harus memanjangkan suara.
    • Shilah (صِلَة): Berarti hubungan atau sambungan. Kenapa disebut sambungan? Karena saat kita membacanya, suara huruf Ha seolah-olah "disambungkan" dengan huruf Mad tersembunyi (Wau atau Ya).
    • Qoshiroh (قَصِيْرَة): Berarti pendek. Eits, jangan bingung! Maksudnya "pendek" di sini adalah durasinya paling minimal dibandingkan saudaranya, Mad Shilah Thawilah.
Kesimpulannya: Mad Shilah Qoshiroh adalah memanjangkan bunyi kata ganti (Ha Dhamir) dengan durasi yang pas (pendek/standar).
2. Syarat "Wajib" Agar Hukum Ini Berlaku
Tidak semua huruf Ha di akhir kata adalah Mad Shilah Qoshiroh. Ada "protokol" yang harus dipenuhi:
    1. Harus Ha Dhamir: Hanya berlaku pada huruf Ha (ـه / ه) yang berarti "dia" (laki-laki tunggal).
    2. Terjepit di Antara Dua Huruf Hidup: Huruf sebelum Ha harus punya harakat (bukan mati), dan huruf setelahnya pun harus hidup.
    3. Bukan Bertemu Hamzah: Jika setelah Ha adalah huruf Alif/Hamzah, maka hukumnya berubah menjadi Mad Shilah Thawilah (yang dibaca lebih panjang).
3. Cara Membaca yang Benar (Standar 2026)
Cara membacanya sangat mudah: Cukup panjangkan 2 Harakat (sekitar 1-2 detik atau dua ketukan). Ini sama durasinya dengan Mad Thabi'i.
  • Jika Ha berbaris depan (Dhommah), bayangkan ada huruf "Wau" setelahnya: Lahuuu...
  • Jika Ha berbaris bawah (Kasrah), bayangkan ada huruf "Ya" setelahnya: Bihiii...
4. Contoh Nyata dalam Mushaf Al-Qur'an
Mari kita lihat praktiknya agar Anda semakin mahir:
  • Surah Al-Ikhlas ayat 4:
    وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
    (Wa lam yakun la-huuu kufuwan) — Perhatikan kata Lahu. Huruf Ha terjepit antara Lam (hidup) dan Kaf (hidup).
  • Surah Al-Qari'ah ayat 9:
    فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
    (Fa ummu-huuu haawiyah) — Huruf Ha terjepit di antara Mim (hidup) dan Ha (hidup).
5. Hati-hati! Ini Pengecualian yang Sering Salah
Hukum ini GUGUR (tidak dibaca panjang) jika:
    1. Anda Berhenti (Waqaf): Jika Anda berhenti di kata tersebut, huruf Ha harus disukunkan (mati). Contoh: Lahu menjadi Lah.
    2. Bertemu Huruf Mati: Jika setelahnya ada huruf mati (seperti Alif Lam), maka dibaca pendek. Contoh: Lahuul-mulku.
Tips Belajar Interaktif
Agar bacaan Anda benar-benar akurat sesuai standar tartil, Anda bisa memanfaatkan teknologi terbaru di tahun 2026:
    • Cek Mushaf Standar: Gunakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an untuk melihat standar penulisan terbaru.
    • Dengarkan Audio: Buka Quran Kemenag Online dan pilih Qari favorit Anda untuk mendengarkan ketukan 2 harakat yang presisi pada ayat-ayat di atas.
Penutup:
Belajar tajwid adalah bentuk cinta kita kepada Al-Qur'an. Dengan menguasai Mad Shilah Qoshiroh, satu langkah lagi Anda telah memperindah lantunan ayat suci. Selamat mengaji!

Citations
  • CC BY-NC 4.0 Attribution-NonCommercial 4.0 InternationalAttribution-NonCommercial 4.0 International License. Source: https://shop.naturalwaterscapes.com/aquatic-microorganisms/?srsltid=AfmBOopVwwKyHYsFdm_ghDf9288l74igMOWVdG1cCKLMtwxTdaizprjL
0

Posting Komentar