LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

Sering Terkecoh? Ini Cara Mudah Menguasai Mad Tamkin Agar Tilawah Makin Sempurna!

Banyak dari kita mungkin sering membaca kata Nabiyyina atau Illiyyina dalam Al-Qur'an, tetapi apakah kita sudah melafalkannya dengan benar? Di balik kata-kata tersebut, terdapat hukum tajwid unik bernama Mad Tamkin (مد تمكين). 

Berikut adalah panduan lengkap dan mendalam mengenai Mad Tamkin agar bacaan Anda semakin tartil di tahun 2026. 
1. Apa Itu Mad Tamkin? (Aspek Bahasa & Istilah)
  • Secara Bahasa: Mad berarti panjang, sedangkan Tamkin berarti menetapkan, memperkuat, atau menempatkan.
  • Secara Istilah: Mad Tamkin adalah hukum bacaan yang terjadi apabila ada dua huruf sejenis (biasanya Ya) bertemu, di mana huruf pertama berharakat tasydid dan kasrah ( ـِّ ), sedangkan huruf kedua berharakat sukun ( يْ ). 
Dinamakan "Tamkin" karena pembaca harus menetapkan atau memantapkan bunyi tasydid pada huruf pertama sebelum masuk ke bunyi mad (panjang) pada huruf kedua.
2. Rumus dan Syarat Terjadinya
Mad Tamkin paling sering dikenali melalui rumus berikut:
Ya Bertasydid Kasrah ( ـِّ ) + Ya Sukun ( يْ )
Namun, beberapa literatur tajwid juga memperluas pengertiannya pada pertemuan dua Wawu (Wawu berharakat diikuti Wawu sukun) untuk menjaga agar bunyi mad tetap jelas dan tidak melebur. 
3. Cara Membaca & Panjang Harakat
Hukum bacaan Mad Tamkin harus dipanjangkan selama 1 alif atau 2 harakat.
  • Kuncinya: Berikan penekanan pada tasydid di huruf Ya pertama, lalu ayunkan suaranya sepanjang dua ketukan pada Ya kedua. Jangan sampai tasydidnya hilang karena terburu-buru membaca madnya.
4. Contoh Nyata dalam Al-Qur'an
Berikut adalah beberapa contoh populer yang bisa Anda temukan dalam mushaf:
  • Surat Al-Baqarah ayat 61: pada kata النَّبِيِّنَ (An-Nabiyyīna) — Terdapat pertemuan Ya bertasydid kasrah dengan Ya sukun.
  • Surat Ali Imran ayat 79: pada kata رَبَّٰنِيِّنَ (Rabbaniyyīna) — Menekankan bunyi "niy" sebelum memanjangkan "yiina".
  • Surat Al-Mutaffifin ayat 18: pada kata عِلِّيِّنَ ('Illiyyīna).
  • Surat An-Nisa ayat 86: pada kata حُيِّيتُم (Huyyītum). 
Kesimpulan
Mad Tamkin bukan sekadar memanjangkan suara, melainkan seni memantapkan tasydid sekaligus menjaga durasi mad. Dengan memahami hukum ini, Anda menghindari kesalahan lahn (salah baca) yang sering terjadi karena melemahkan tasydid pada huruf-huruf tersebut.
Citations
  • CC0 Public Domain License. Source: https://www.pexels.com/id-id/foto/alam-tanah-penyu-kura-kura-laut-18196016/
0

Posting Komentar