Pernahkah Anda mendengarkan seorang Qari membaca Al-Qur'an dan merasa getaran suaranya begitu menyentuh hati saat membaca kata "Inna" atau "Amma"? Rahasianya bukan hanya pada teknik vokal, melainkan pada penerapan hukum Gunnah yang sempurna.
Bagi Anda yang sedang memperdalam ilmu tajwid, memahami Gunnah adalah "kunci" agar bacaan tidak terasa hambar dan terdengar lebih tartil. Yuk, kita bedah secara mendalam!
1. Apa Itu Gunnah? (Bukan Sekadar Mendengung)
Secara Bahasa, Gunnah (غُنَّة) berarti suara di dalam hidung. Bayangkan saat Anda sedang bergumam, ada getaran yang terasa di area pangkal hidung. Itulah asal muasal suara Gunnah.
Secara Istilah Tajwid, Gunnah adalah suara indah yang keluar dari Al-Khoisyum (pangkal hidung) yang menjadi sifat asli bagi dua huruf istimewa: Nun (ن) dan Mim (م).
Catatan Penting: Gunnah bukan berasal dari mulut atau lidah, melainkan murni dari rongga hidung. Coba jepit hidung Anda saat membaca "Inna"; jika suaranya terhenti atau berubah drastis, berarti Anda sudah benar menggunakan rongga hidung!
2. Kapan Kita Harus Membaca Gunnah?
Meski Nun dan Mim selalu punya sifat mendengung, durasi "tahannya" berbeda-beda. Gunnah yang paling wajib kita pelajari adalah Gunnah Musyaddadah (ketika Nun atau Mim memiliki tanda tasydid).
Rumus Utama:
Setiap kali Anda melihat Nun Tasydid (نّ) atau Mim Tasydid (مّ), Anda WAJIB menahan suara tersebut di hidung selama 2-3 harakat (sekitar dua ketukan jari).
Setiap kali Anda melihat Nun Tasydid (نّ) atau Mim Tasydid (مّ), Anda WAJIB menahan suara tersebut di hidung selama 2-3 harakat (sekitar dua ketukan jari).
3. Tingkatan Gunnah (Agar Tidak Salah Durasi)
Dalam ilmu tajwid yang lebih mendetail, Gunnah memiliki tingkatan yang disebut Maratibul Ghunnah:
- Akmal (Paling Sempurna): Terjadi pada Nun/Mim Tasydid dan Idgham Bighunnah. Ini adalah durasi dengung terlama.
- Kamilah (Sempurna): Terjadi pada Ikhfa dan Iqlab.
- Naqishah (Kurang): Terjadi pada Nun/Mim yang berharakat sukun asli.
- Anqash (Paling Kurang): Terjadi pada Nun/Mim yang berharakat hidup (fathah, kasrah, dhommah).
4. Contoh Nyata dalam Al-Qur'an
Mari kita praktikkan! Cobalah baca potongan ayat berikut dengan menahan dengungan di bagian yang ditebalkan:
- Mim Bertasydid (مّ):
- Surah An-Naba' ayat 1: عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَ
(Baca: ‘Ammmmma yatasaaa-aluun) – Tahan suara 'm' di hidung sebelum masuk ke huruf 'a'.
- Surah An-Naba' ayat 1: عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَ
- Nun Bertasydid (نّ):
- Surah An-Nas ayat 1: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ
(Baca: Qul a’uudzu birabbin-nnnnnaas) – Tahan suara 'n' hingga terasa getaran di hidung.
- Surah An-Nas ayat 1: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ
5. Tips Berlatih Gunnah untuk Pemula
- Gunakan Indra Peraba: Letakkan jari di batang hidung saat membaca Nun/Mim tasydid. Rasakan getarannya.
- Jangan Terburu-buru: Kesalahan umum pemula adalah segera melepaskan suara (hentak). Kunci keindahan Gunnah adalah pada "tahanannya".
- Simulasi Visual: Bayangkan seperti suara lebah yang stabil, tidak naik-turun, namun tertahan secara konstan.
Mau Belajar Lebih Lanjut?
Membaca teori tentu tidak cukup tanpa bimbingan guru. Untuk memverifikasi apakah dengungan Anda sudah tepat, Anda bisa menggunakan platform seperti Quran Kemenag untuk mendengarkan audio dari para Qari internasional sebagai referensi standar.
Kesimpulan:
Gunnah adalah bumbu dalam membaca Al-Qur'an. Dengan menguasai satu hukum sederhana ini (menahan Nun dan Mim tasydid), kualitas bacaan Anda akan meningkat drastis dan terdengar jauh lebih profesional serta menyentuh jiwa. Selamat berlatih!
Gunnah adalah bumbu dalam membaca Al-Qur'an. Dengan menguasai satu hukum sederhana ini (menahan Nun dan Mim tasydid), kualitas bacaan Anda akan meningkat drastis dan terdengar jauh lebih profesional serta menyentuh jiwa. Selamat berlatih!
Citations
- CC0 1.0 Public Domain license Source : https://pxhere.com/id/photo/1593150

.png)

.png)
Posting Komentar