LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

Pantas Saja Koruptor Takut! Terbongkar: Strategi 'Intelijen' Nabi Sulaiman di Surat An-Naml Ternyata Jadi Senjata UU Indonesia 2026!


Pernahkah Anda membayangkan sebuah sistem pemerintahan di mana pemimpinnya tahu persis siapa bawahannya yang bolos kerja, informasi palsu (hoaks) langsung terdeteksi, dan diplomasi dilakukan tanpa suap sedikit pun? Ternyata, Surat An-Naml (Semut) telah memberikan "panduan operasional" negara maju jauh sebelum teknologi modern lahir.
Memasuki tahun 2026, saat Indonesia memperkuat sistem pemerintahan digital dan transparansi publik, nilai-nilai dalam Surat An-Naml bukan lagi sekadar ayat suci. Ia telah menjelma menjadi ruh dalam berbagai Undang-Undang kita. Mari kita bedah bagaimana "Konstitusi Semut" ini bekerja di bumi Nusantara!
1. Disiplin ASN: "Checking" Ketat ala Pasukan Sulaiman
Dalam Ayat 20-21, Nabi Sulaiman melakukan inspeksi barisan dan menyadari burung Hud-hud absen tanpa izin. Beliau menegaskan bahwa pelanggaran disiplin tanpa alasan yang sah akan dikenai sanksi.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Nilai kedisiplinan ini adalah nyawa dari UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Di tahun 2026, pemerintah Indonesia menerapkan pengawasan berbasis elektronik untuk memastikan setiap ASN bekerja sesuai tanggung jawabnya. Bolos kerja tanpa alasan yang sah kini berujung pada sanksi pemotongan tunjangan hingga pemberhentian, persis seperti ketegasan Sulaiman terhadap kedisiplinan pasukannya.
2. Anti-Hoaks: Prinsip Verifikasi Data Sebelum Bertindak
Burung Hud-hud membawa informasi tentang Kerajaan Saba. Nabi Sulaiman tidak langsung percaya begitu saja, melainkan berfirman dalam Ayat 27"Akan kami lihat, apakah kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta."
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Di era ledakan informasi 2026, prinsip Tabayyun (verifikasi) ini adalah kunci dari UU ITE No. 1 Tahun 2024. Negara mewajibkan setiap informasi publik yang disampaikan harus akurat. Bagi masyarakat, menyebarkan berita tanpa verifikasi bisa berujung pidana. Strategi Sulaiman mengajarkan kita bahwa data yang valid adalah dasar dari setiap pengambilan kebijakan negara.
3. Diplomasi Tanpa Amplop: Harga Diri di Atas Gratifikasi
Kisah Nabi Sulaiman yang menolak hadiah mewah dari Ratu Balqis (Ayat 35-36) adalah pelajaran sejarah tentang integritas. Beliau menolak hadiah tersebut karena menganggapnya sebagai upaya "suap" untuk melunakkan ketegasan prinsipnya.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Sikap anti-suap ini tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Di tahun 2026, kebijakan larangan gratifikasi bagi pejabat publik diperketat. Pejabat dilarang menerima pemberian dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan jabatannya, guna memastikan kebijakan negara diambil demi rakyat, bukan karena "hadiah" dari pihak tertentu.
4. Kedaulatan Teknologi: Memindahkan Singgasana dengan Ilmu
Dalam Ayat 38-40, pemindahan singgasana Ratu Balqis dalam sekejap mata dilakukan bukan dengan kekuatan fisik, melainkan oleh mereka yang memiliki Ilmu dari Al-Kitab. Ini menunjukkan bahwa Iptek adalah pilar kekuatan negara.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Semangat penguasaan teknologi ini diatur dalam UU No. 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Indonesia di tahun 2026 memprioritaskan riset dan inovasi digital. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pelayanan publik adalah wujud nyata dari "kecepatan pemindahan singgasana" berbasis ilmu pengetahuan.
5. Etika Lingkungan: Jangan Injak Hak Makhluk Lemah!
Kisah Nabi Sulaiman yang memerintahkan pasukannya berhenti agar tidak menginjak sarang semut (Ayat 18-19) mengajarkan bahwa pembangunan dan kekuatan militer tidak boleh mengorbankan ekosistem alam.
    • Penerapannya dalam UU Indonesia: Kasih sayang terhadap alam ini diwujudkan melalui UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Setiap proyek strategis nasional di tahun 2026 wajib memiliki AMDAL yang ketat. Pembangunan infrastruktur tidak boleh "menginjak" atau menghancurkan habitat makhluk hidup lain, demi menjaga keseimbangan bumi yang kita tinggali.
Kesimpulan: Kepemimpinan yang Beradab
Surat An-Naml mengajarkan kita bahwa sebuah bangsa akan mencapai puncak kejayaannya jika dipimpin dengan disiplin, berbasis data, berintegritas tanpa korupsi, menguasai teknologi, dan menyayangi alam. Dengan mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia pada tahun 2026, kita sebenarnya sedang membumikan nilai-nilai luhur Nabi Sulaiman: menciptakan tatanan masyarakat yang cerdas, jujur, dan penuh harmoni.
Citations
  • CC0 1.0 Public Domain License. Source: https://pxhere.com/id/photo/24130.
  • Jaringan Dokumentasi Hukum Nasional: jdihn.go.id
  • Layanan Informasi Peraturan Kominfo: kominfo.go.id
  • Portal Badan Riset dan Inovasi Nasional: brin.go.id
  • Tafsir Al-Qur'an Digital Kemenag RI: quran.kemenag.go.id
0

Posting Komentar