
Pernahkah Anda mendengar seseorang membaca Al-Qur’an namun semua huruf Mim Mati (mati) dibaca berdengung panjang? Padahal, dalam ilmu tajwid, tidak semua Mim sukun harus dibaca lama. Salah satu hukum yang paling sering muncul namun sering keliru dipraktikkan adalah Izhar Syafawi.
Memahami hukum ini sangat krusial agar kita tidak mengubah makna atau ritme bacaan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Mari kita bedah tuntas mulai dari pengertian hingga contoh praktisnya!
1. Apa Itu Izhar Syafawi? (Secara Bahasa & Istilah)
Secara harfiah, nama hukum ini memiliki makna yang sangat menggambarkan cara membacanya:
- Izhar (إظهار): Artinya "Jelas" atau "Terang". Ini berarti suara huruf tidak boleh disamarkan, disembunyikan, atau didengungkan secara berlebihan.
- Syafawi (شفوي): Artinya "Bibir". Dinamakan Syafawi karena makhraj (tempat keluarnya) huruf Mim adalah pada pertemuan bibir atas dan bawah.
Secara Istilah: Izhar Syafawi adalah apabila Mim Sukun (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah, KECUALI huruf Mim (م) dan Ba (ب).
2. Rahasia Cara Membaca yang Benar
Berbeda dengan Ikhfa yang samar atau Idgham yang melebur, cara membaca Izhar Syafawi adalah:
- Bibir tertutup rapat saat mengucapkan Mim (مْ).
- Suara Mim keluar dengan jelas dan tegas.
- Dilarang keras mendengung (Ghunnah): Jangan menahan suara Mim terlalu lama. Begitu bunyi Mim selesai, langsung berpindah ke huruf berikutnya.
3. "Daftar Anggota" Huruf Izhar Syafawi
Jika hukum tajwid lain hanya memiliki sedikit huruf, Izhar Syafawi adalah "raja" karena memiliki anggota terbanyak, yaitu 26 huruf. Agar mudah mengingatnya, ingat saja prinsip ini:
"Semua huruf hijaiyah adalah Izhar Syafawi, kecuali Mim (Idgham Mithli) dan Ba (Ikhfa Syafawi)."
4. Contoh Nyata dalam Al-Qur'an
Agar lebih paham, perhatikan posisi Mim Mati pada contoh-contoh populer berikut ini:
- QS. Al-Fatihah Ayat 7:
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ
(...an’amta ‘alaihim ghairi...)
Penjelasan: Mim mati bertemu huruf Ta (ت) dan Gho (غ). Harus dibaca jelas, jangan dibaca 'alaihiiiimmm ghairi. - QS. Al-Humazah Ayat 8:
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ
(...‘alaihim mu’shodah) — Eitss, tunggu! Ini adalah jebakan. Jika Mim bertemu Mim, ini bukan Izhar, melainkan Idgham.
Contoh Izhar yang Benar di Surah Lain:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (Lakum dīnukum wa liya dīn) dalam QS. Al-Kafirun. Mim bertemu Dal (د) dan Wau (و) dibaca tegas.
5. Peringatan Khusus: "Si Kembar yang Menipu"
Ada dua huruf yang paling sering membuat pembaca terkecoh dalam Izhar Syafawi, yaitu huruf Wau (و) dan Fa (ف).
Mengapa? Karena makhraj Wau dan Fa sangat dekat dengan bibir. Seringkali orang membaca Mim-nya secara samar (seperti Ikhfa).
- Contoh: Lahum fīha atau ‘alaihim waladhoolliin.
- Tips: Pastikan Mim dibaca benar-benar putus dan jelas sebelum masuk ke huruf Fa atau Wau.
Kesimpulan
Belajar tajwid adalah bentuk penghormatan kita terhadap kalam Allah. Dengan menguasai Izhar Syafawi, bacaan Anda akan terdengar lebih lugas, benar secara kaidah, dan tentunya lebih indah didengar.
Ingin mengetes kemampuanmu? Coba buka Mushaf Al-Qur'an sekarang, carilah halaman acak, dan temukan 5 hukum Izhar Syafawi di sana! Selamat belajar!
Citations
- CC BY-SA 3.0 license Source : https://animalia.bio/bactrian-camel

.png)
.png)
Posting Komentar