LtdlI9BKrBZHT2lWQv56wJd8hZMnMLLCRwlHOLgf
Bookmark

CCTV Langit Tak Pernah Libur! Bongkar Rahasia Surat At-Tariq dan Kaitannya dengan UU Perlindungan Data Pribadi di Indonesia!

Surat At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari) membawa pesan mendalam tentang pengawasan tanpa henti terhadap setiap jiwa manusia. Di tahun 2026, nilai-nilai spiritual dalam surat ini memiliki relevansi kuat dengan sistem pengawasan digital dan perlindungan privasi yang diatur dalam hukum positif Indonesia.

1. Penjelasan Umum: Hukum Pengawasan dan Pembuktian Mutlak

Secara teologis, Surat At-Tariq menekankan bahwa tidak ada tindakan manusia yang luput dari pencatatan.

    • Hukum Pengawasan Malaikat (Ayat 4): Allah menegaskan bahwa setiap jiwa memiliki penjaga (malaikat) yang mengawasi dan mencatat perbuatannya. Tuntunannya adalah Integritas Konstan, karena kita selalu dalam "pantauan" Ilahi meskipun di tempat tersembunyi.
    • Hukum Penyingkapan Rahasia (Ayat 9): "Pada hari ditampakkan segala rahasia.". Tuntunannya adalah Keterbukaan Moral. Di hari kiamat, niat terdalam dan perbuatan yang disembunyikan akan dibuka secara transparan tanpa ada yang bisa menolong.
    • Hukum Asal Penciptaan (Ayat 5-7): Mengingatkan manusia bahwa mereka berasal dari air yang terpancar agar tidak bersikap sombong. Tuntunannya adalah Ketundukan dan Kerendahan Hati. 
2. Penjelasan Khusus: Kaitan dengan UU di Indonesia (Edisi 2026)
Prinsip "pencatatan amal" dan "penyingkapan rahasia" dalam At-Tariq selaras dengan instrumen hukum pengawasan dan data di Indonesia:
A. Perlindungan Hak Privasi (UU No. 27 Tahun 2022 / UU PDP) 
Konsep malaikat sebagai penjaga jiwa yang tidak menyebarkan rahasia sembarangan di dunia sejalan dengan hak atas privasi.
B. Transparansi & Pembuktian (KUHAP & UU ITE)
Ayat 9 tentang "ditampakkannya rahasia" adalah dasar moral bagi kejujuran dalam proses hukum.
    • Kaitan Hukum: Di pengadilan Indonesia, niat jahat (mens rea) yang disembunyikan diupayakan untuk ditampakkan melalui alat bukti sah menurut KUHAP. Selain itu, berdasarkan UU ITE (UU No. 1 Tahun 2024), jejak digital yang sering dianggap "rahasia" dapat dibuka sebagai bukti hukum yang valid, mencerminkan nilai At-Tariq bahwa apa pun yang disembunyikan pada akhirnya akan terungkap. 
C. Pengawasan Aparatur & UU ASN (UU No. 20 Tahun 2023)
Prinsip pengawasan melekat dalam Ayat 4 diaplikasikan dalam birokrasi.
    • Kaitan Hukum: UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara menuntut ASN bekerja dengan integritas karena adanya pengawasan berlapis, baik dari instansi maupun sistem digital (e-performance). Kesadaran bahwa "selalu ada yang mengawasi" dalam At-Tariq mendorong ASN bertindak profesional tanpa menunggu pengawasan manusia.
Kesimpulan & Referensi Utama
Surat At-Tariq mengingatkan bahwa Privasi adalah Hak, namun Pertanggungjawaban adalah Kewajiban. Di Indonesia, hukum negara menjamin keamanan data kita, namun hukum Tuhan memastikan tidak ada kejahatan yang tetap menjadi rahasia selamanya.
Citations
  • CC BY-NC 4.0 Attribution-NonCommercial 4.0 International License. Source: https://alllabstoday.com/
  • Tafsir Al-Qur'an Kemenag RI - Surat At-Tariq.
  • JDIH Kota Semarang - Penjelasan UU PDP (27/2022).
  • Database Peraturan BPK - UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
  • TafsirWeb - Kandungan Lengkap Surat At-Tariq.
0

Posting Komentar